Sabtu, 18 Mei 2019

Top 8 Penyebab Bayi Muntah Setelah Minum Susu atau ASI

Blogger Banyumas


Bayi muntah setelah minum ASI sudah dianggap wajar bagi sebagian orang tua. Muntah atau gumoh biasanya akan mereda enam jam hingga 24 jam dan tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, terkadang orang tua mengkhawatirkan bayi sering muntah yang disertai tangisan, sehingga banyak ASI yang dimuntahkann. ASI adalah makanan penting untuk bayi selama enam bulan pertama kehidupannya, dikhawatirkan bayi akan mengalami kekurangan asupan nutrisi. Untuk mencegahnya, apa saja penyebab bayi muntah setelah minum ASI?
8 Penyebab Bayi Muntah Setelah Minum ASI
Salah satu dari penyebab bayi muntah banyak setelah minum ASI adalah asam lambung. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai macam dan alasan seperti belum kuatnya usus pada bayi prematur, sementara alasan paling populer adalah berkaitan dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu ketika bayi sedang masa menyusui ASI eksklusif.
Berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh ibu, serta penyakit yang menyebabkan bayi muntah setelah minum ASI. Diantaranya :
1. Makanan pedas
Makanan pedas adalah suatu penyebab mulas dan naiknya asam lambung pada orang dewasa. Sama halnya pada ibu menyusui, makan makanan pedas yang dikonsumsi ibu cenderung menyebabkan asam lambung pada bayi yang disusui, dan ini menjadi penyebab bayi muntah setelah minum ASI.
Menambahkan bumbu pedas seperti cabai atau lada yang berlebihan dalam makanan cenderung mengiritasi lapisan usus dan lambung, menyebabkan asam lambung. Karena makanan bayi tergantung pada ASI, makanan pedas yang dikonsumsi ibu dapat memiliki efek yang buruk pada perut sensitif bayi yang masih berkembang.
2. Kafein
Asupan kafein dapat menyebabkan otot-otot sfingter esofagus bagian bawah lebih longgar, yang ada kemungkinan menyebabkan peningkatan asam lambung dan kembalinya makanan ke tenggorokan. Otot ini berfungsi untuk menahan isi lambung, dan setiap relaksasi otot dapat meningkatkan asam lambung. Minuman dan makanan yang mengandung kafein ini penting untuk dihindari ketika menyusui, di antarana adalah kopi, teh, soda, cokelat, dan minuman berkafein lainnya.
3. Jus buah kemasan
Jus buah dalam kemasan yang banyak tersedia di pasaran sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui, karena mengandung banyak bahan pengawet dan tambahan gula serta pemanis buatan. Jus buah kemasan tidak mudah dicerna oleh lambung bayi yang masih sensitif, yang mengarah ke gastroesophageal reflux.
4. Kubis
Terlalu banyak makan kubis atau kubis yang mentah telah terbukti menyebabkan asam lambung pada orang dewasa, karena sifat sayuran ini dapat mengiritasi sistem pencernaan. Bayi yang disusui secara eksklusif oleh ibu yang mengonsumsi kubis, kemungkinan besar mengalami mulas dan muntah.
5. Brokoli
Sayuran penyebab bayi muntah setelah minum ASI ini tak disangka. Padahal brokoli adalah makanan yang sangat bagus untuk kesehatan, namun untuk orang dewasa atau ibu menyusui mengonsumsi sayuran hijau ini dapat menyebabkan kembung. Bayi yang disusui secara eksklusif bisa terkena mulas dan kemungkinan mengalami gumoh.
6. Infeksi
Bayi muntah setelah minum ASI kemungkinan karena terinfeksi. Sistem kekebalan bayi yang baru lahir masih berkembang, sehingga rentan terhadap kemungkinan infeksi. Setiap kali bayi terserang bakteri, sistem kekebalan tubuhnya akan melawannya dan menjadi lebih kuat.
Hampir semua anak terkena gastroenteritis (infeksi yang disebabkan virus dan bakteri) sebelum rusia lima tahun, sehingga kemungkinan bayi akan terkena. Jika menderita gastroenteritis, bayi akan mengalami diare dan muntah.
Jika usianya kurang dari enam bulan mengalami muntah, bunda bisa membawanya ke dokter, atau cukup diobati di rumah dengan meminum banyak susu agar tidak mengalami dehidrasi. Jika khawatir bayi tidak cukup minum atau demam, segera temui dokter.
7. Alergi protein susu sapi
Jika bayi alergi minum susu sapi, kemungkinan sistem kekebalan tubuhnya sensitif terhadap protein dalam produk susu. Ini berbeda dengan intoleransi susu sapi, yang merupakan reaksi terhadap laktosa, gula alami dalam susu. Intoleransi laktosa jarang terjadi pada bayi.
Banyak susu formula yang mengandung protein susu sapi. Protein juga masuk ke dalam ASI dengan jumlah kecil, jika ibu minum susu atau makan makanan berbahan susu, seperti keju dan yoghurt. Alergi protein susu sapi lebih sering terjadi pada bayi yang diberi susu formula daripada bayi minum ASI.
Jika bayi menderita alergi protein dari susu sapi, mungkin bayi muntah setelah minum susu sapi. Jika bayi menderita alergi protein susu sapi, kemungkinan bayi akan mengalami:
·         diare
·         sembelit
·         eksim
·         kesulitan akan menambah berat badan
8. Stenosis pilorus
Penyebab bayi muntah setelah minum ASI selanjutnya adalah stenosis pilorus, merupakan kondisi langka yang menyebabkan bayi muntah. Ini terjadi karena otot mengendalikan katup yang mengarah dari perut ke usus telah menebal. Ini berarti ASI bayi tidak akan melewati katup di bagian bawah perut ke ususnya. Sebaliknya, susu tetap ada di perutnya atau bayi memuntahkannya.
Stenosis pilorik kemungkinan besar akan dimulai saat bayi berusia sekitar 6 minggu. Pada awalnya, bayi akan mulai sedikit muntah setelah menyusu. Kemingkinan ini akan menjadi lebih buruk dan bayi akan mulai muntah-muntah. Susu dimuntahkannya kemungkinan mengental dan berwarna kuning.

Bayi laki-laki akan lebih mungkin mengalami stenosis pilorik daripada bayi perempuan. Stenosis pilorik biasanya dpat diatasi dengan operasi kecil. Jika bunda merasa bayi menderita stenosis pilorik, segera ke dokter untuk mendapatkan perawatan, memastikan bayi tetap terhidrasi, dan cukup makan.

    Blogger Banyumas
    Disqus Codes
    • To write a bold letter please use or
    • To write a italic letter please use or
    • To write a underline letter please use
    • To write a strikethrought letter please use
    • To write HTML code, please use or
      or

      And use parse tool below to easy get the style.
    Show Parser Box

    strong em u strike
    pre code pre code spoiler
    embed

    Berlangganan Artikel Gratis