Senin, 27 Mei 2019

TOP!! BEBERAPA GEJALA TIFUS, TIPES, DAN DBD

Blogger Banyumas



BERIKUT ADALAH BEBERAPA GEJALA TIFUS, TIPES, DAN DBD

Gejala tifuskerap kali dianggap sama dengan gejala tipes oleh masyarakat. Ketika seseorang didiagnosis terkena tifus, maka sebagian masyarakat akan langsung menganggapnya sebagai tipes. Namun tahukah kamu bahwa kedua penyakit tersebut adalah penyakit yang berbeda meskipun sama – sama disebabkan oleh bakteri ? Jenis bakteri yang menyebabkan penyakit tipes atau gejala tipes adalah Salmonella typhi (S. typhi)

Sedangkan bakteri yang menyebabkan penyakit atau gejala tifus adalah jenis bakteri Rickettsia typhi (R. typhi) atau Rickettsia prowazekii (R. Prowazekii). Penyebutan gejala sendiri digunakan untuk merujuk kepada jenis penyakit tertentu, namun masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap sampel darah, urin, feses, hingga sum sum tulang belakang si penderita, dan apabila hasil tersebut positif, maka gejala akan dihilangkan.

Seperti itulah dunia medis bekerja, tidak memvonis langsung pasiennya sebelum dilakukan penelitian dan pemeriksaan lebih lanjut. Karena bisa saja satu penyakit memiliki ciri dan gejala yang hampir sama terhadap penyakit lainnya. Seperti contohnya gejala tifus, dengan gelaja tipes ini. Selain itu, kedua penyakit ini memiliki gejala yang hampir sama dengan demam berdarah atau DBD.

Ketiganya memiliki gejala yang hampir sama yaitu diawali dengan demam tinggi. Sehingga ketiga penyakit tersebut sering terjadi kesalahan dalam pendugaan bagi masyarakat awam yang belum membawa penderita ke petugas medis. Kalau gejala tifus dan tipes disebabkan oleh bakteri, berbeda halnya dengan demam berdarah yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh perantara nyamuk Aedes aegypti.

Bagaimana Gejala Tifus Bisa Menyerang?

Sudah jelas bukan sekarang perbedaan antara gejala penyakit tifus, tipes, dengan demam berdarah (DBD) yang ketiganya hampir sama, namun jenis penyakit yang berbeda. Selanjutnya akan dibahas mengenai bagaimana penyakit tifus menyerang manusia. Penyakit tifus disebabkan oleh jenis bakteri Rickettsia typhi atau Rickettsia prowazekii yang dibawa oleh hewan ektoparasit.

Kata ektoparasit berasal dari dua suku kata, yaitu ekto yang berarti luar, dan parasit yang merupakan hubungan antar makhluk hidup yang merugikan salah satu pihak, dan mengambil komponen dari makhluk hidup lain untuk hidup (disebut sebagai inang), darah misalnya. Sehingga dapat diartikan hewan ektoparasit adalah hewan parasit yang hidup di luar tubuh inangnya.

Di luar tubuh yang dimaksud adalah menempel pada tubuh inangnya. Hewan yang tergolong ektoparasit seperti kutu, tungau, dan caplak. Ketiga ektoparasit ini menghisap darah tubuh hewan inangnya, contohnya tikus untuk dapat bertahan hidup. Tikus inilah yang kemudian sebagai perantara untuk hewan ektoparasit pembawa bakteri gejala tifus sehingga dapat menginfeksi manusia.

Bakteri penyebab penyakit tifus hidup di dalam perut dan usus hewan ektoparasit. Ketika hewan ektoparasit tersebut menggigit manusia, di saat itulah bakteri tersebut mulai masuk ke dalam tubuh manusia, apalagi ketika manusia tersebut menggaruk atau menyentuh bekas gigitannya akan menyebabkan intrusi bakteri tifus masuk ke dalam tubuh manusia menjadi lebih cepat. Sehingga timbullah gejala tifus ini.

Selain melalui gigitan dari hewan ektoparasit pembawa bakteri tifus, gejala tifus dapat menyerang manusia dari udara yang dihirupnya. Udara yang dimaksud adalah udara yang telah terkontaminasi dari bakteri pembawa penyakit tifus ini. Penyakit tifus dapat menular dari satu orang ke orang lain apabila:

Melakukan kontak kulit langsung dengan penderita dalam waktu yang cukup lama. Daya tahan tubuh lemah.
Memakai atau menggunakan barang bersama dengan penderita, seperti masker, pakaian, sprei, dan lainnya.
Berkunjung ke daerah endemik tifus akan memperbesar kemungkinan penularan penyakit ini.
Oleh karena itu Anda harus lebih berhati – hati bila sudah ada orang di sekitar Anda yang sudah positif tifus ataupun masih dalam bentuk gejala tifus.

Berikut adalah beberapa Gejalanya?

Berikut gejala umum yang muncul ketika seseorang mulai terkena oleh gejala tifus:

- Diawali dengan demam tinggi, suhu badan bisa mencapai 40°C.
- Kepala terasa sakit.
- Akan terasa mual bisa menyebabkan muntah.
- Diiringi dengan gangguan BAB, yaitu diare atau sembelit.
- Batuk yang tidak berdahak.
- Sakit pada bagian perut.
- Terasa nyeri pada sendi serta otot.
- Kemudian punggung  terasa sakit.
- Badan  tidak enak.
Apabila Anda atau teman kerabat anda mengalami gejala seperti di atas, sebaiknya segera dibawa ke dokter agar mendapat pemeriksaan  terhadap gejala tersebut. Karena apabila terlambat penanganannya, tifus dapat berkembang atau menyebabkan komplikasi lanjut seperti:

- Peradangan hati (hepatitis).
- Perdarahan pada saluran cerna.

- Penurunan cairan darah karena terus menjadi konsumsi bakteri tifus.

Blogger Banyumas
Disqus Codes
  • To write a bold letter please use or
  • To write a italic letter please use or
  • To write a underline letter please use
  • To write a strikethrought letter please use
  • To write HTML code, please use or
    or

    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parser Box

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

Berlangganan Artikel Gratis